{"id":2357,"date":"2023-05-26T03:48:30","date_gmt":"2023-05-26T03:48:30","guid":{"rendered":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/?p=2357"},"modified":"2023-09-07T09:48:48","modified_gmt":"2023-09-07T09:48:48","slug":"tingkat-kematangan-steak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/","title":{"rendered":"Tingkat Kematangan Steak Mulai Dari Rare Sampai Well Done, Yang Mana Favoritmu"},"content":{"rendered":"\n<p>Jika selama ini kamu hanya menggunakan <em>feeling <\/em>untuk menentukan tingkat kematangan steak, maka kamu harus tahu bahwa tingkat kematangan steak berbeda-beda. Tingkat kematangan sangat mempengaruhi kenikmatan steak saat disantap. Apa kamu tahu yang membuat tingkat kematangan steak berbeda dan menjadi spesial? Jawabannya karena setiap level memiliki karakteristik yang berbeda. Terdapat 5 tingkat kematangan steak yang berbeda yaitu rare, medium rare, medium, medium well, dan yang terakhir well done. Setiap tingkat kematangan steak memberikan tekstur dan juga warna daging yang memiliki karakteristik tersendiri. Pecinta steak di berbagai penjuru dunia pun memiliki tingkat kematangan favoritnya masing-masing. Di bagian barat atau negara eropa kebanyakan orang suka menyantap steak dengan tingkat kematangan steak yang rare atau medium rare. Namun di Indonesia, orang lebih suka dengan tingkat kematangan steak yang medium atau medium well. Yuk, kita cari tahu lebih dalam apa saja sih tingkat kematangan steak yang wajib diketahui.<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-buttons is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-core-buttons-is-layout-16018d1d wp-block-buttons-is-layout-flex\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link has-white-color has-text-color has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/app.adjust.com\/10lgzjzo\" style=\"background-color:#56ab48\"><strong>Yuk Beli Bahan Untuk Membuat Steak Di AlloFresh<\/strong><\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Tingkat Kematangan Steak<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">1. Tingkat Kematangan Steak &#8211; Rare<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"668\" src=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-4-1.jpg\" alt=\"daging steak\" class=\"wp-image-2525\" srcset=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-4-1.jpg 1000w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-4-1-300x200.jpg 300w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-4-1-768x513.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tingkat kematangan steak yang pertama yaitu rare. Rare merupakan steak yang memiliki rasa paling <em>juicy. <\/em>Meski <em>juicy, <\/em>umumnya tingkat kematangan daging steak ini tidak cocok dengan lidah orang Asia, hal ini dikarenakan orang Asia tidak terbiasa dengan daging mentah kecuali mungkin orang Jepang. Tingkat kematangan steak ini memiliki bagian samping yang berwarna kecoklatan, sedikit hangus pada bagian luar namun pada bagian dalamnya masih berwarna merah terang seperti daging mentah. Steak ini biasa dipanggang pada suhu 120-130 F atau setara dengan 49-55 derajat celcius. Cara memanggang steak ini cukup diletakkan di atas panggangan panas selama 5 menit kemudian dibalik dan dipanggang kembali selama 3 menit<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">2. Tingkat Kematangan Steak &#8211; Medium rare<\/h3>\n\n\n\n<p>Tingkat kematangan steak yang kedua yaitu medium rare. Level kematangan ini merupakan tingkat kematangan steak yang paling banyak dipesan di restoran steak. Medium rare dapat memberi perpaduan yang sebanding antara kelembutan dengan rasa daging. Hal ini disebabkan lemaknya yang baru meleleh pada suhu 54 derajat. Daging steak pada kematangan ini terasa empuk, matang pada bagian luar dan daging mentah pada bagian tengah. Daging pada tingkat kematangan ini bisa dibilang setengah matang karena daging yang matang bisa mencapai 40%. Tingkat kematangan steak ini cukup populer karena disebut sebagai tingkat kematangan steak terbaik. Steak ini bisa dipanggang pada suhu 130-135 F atau setara dengan 55-57 derajat celcius. Caranya dengan meletakkan steak di atas panggangan panas selama 5 menit kemudian dibalik lalu panggang kembali selama 4 menit<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/cara-membuat-daging-empuk\/\">Gampang Banget, Ini Dia Cara Membuat Daging Empuk Seperti Di Restoran<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">3. Tingkat Kematangan Steak &#8211; Medium<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"1000\" src=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-1.jpg\" alt=\"kematangan steak paling enak\" class=\"wp-image-2526\" srcset=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-1.jpg 1000w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-1-300x300.jpg 300w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-1-150x150.jpg 150w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-1-768x768.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Tingkat kematangan steak yang ketiga yaitu medium. Berada satu tingkat di atas medium rare, tingkat kematangan steak yang medium tidak jauh berbeda. Tingkat kematangan steak medium mempunyai warna merah muda terang di bagian tengah daging. Tingkat kematangan steak ini bisa dibilang matang sempurna di bagian luar sehingga tampak berwarna coklat yang membentuk bekas panggangan. Secara tekstur, steak dengan tingkat kematangan medium ini terasa kencang saat disentuh. Namun, masih tetap <em>juicy <\/em>meski tidak seperti 2 tingkat kematangan steak sebelumnya yaitu rare dan medium rare. Untuk mendapatkan tekstur medium, diperkirakan memerlukan waktu memasak sekitar 6 menit menggunakan panggangan panas kemudian dibalik dan dipanggang lagi selama 4 menit. Tingkat kematangan steak medium biasanya dimasak hingga suhu bagian dalamnya mencapai antara 60-66 derajat celcius<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">4. Tingkat Kematangan Steak &#8211; Medium well<\/h3>\n\n\n\n<p>Tingkat kematangan steak yang keempat yaitu medium well. Jika kamu merasa jijik melihat warna daging steak yang merah tetapi masih ingin merasakan daging yang <em>juicy, <\/em>medium well adalah pilihan yang tepat. Steak ini berwarna merah muda pucat yang samar di bagian dalam dan coklat abu-abu di bagian luarnya. Tekstur steak medium well agak keras, tapi tetap empuk di bagian dalamnya. Steak ini bisa dipanggang pada suhu 155-165 F atau setara dengan 68-74 derajat celcius. Caranya dengan meletakkan steak di atas panggangan panas selama 7 menit kemudian dibalik lalu panggang kembali selama 5 menit<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">5. Tingkat Kematangan Steak &#8211; Well done<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1000\" height=\"503\" src=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-3.jpg\" alt=\"tingkat kematangan steak well done\" class=\"wp-image-2527\" srcset=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-3.jpg 1000w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-3-300x151.jpg 300w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-3-768x386.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Kematangan steak yang kelima atau yang terakhir yaitu well done. Tingkat kematangan steak well done tidak semudah itu untuk didapat. Apabila suhu panggangan terlalu tinggi, maka yang akan terjadi adalah bagian luarnya terlalu gosong sementara bagian dalam tidak sepenuhnya matang. Maka teknik memasak dan mengatur besar kecilnya api perlu diperhatikan sambil memastikan suhu bagian dalamnya juga tercapai sempurna. <\/p>\n\n\n\n<p>Sayangnya, tingkat kematangan steak well done ini tidak lagi direkomendasikan di banyak restoran steak masa kini karena daging akan cenderung lebih alot. Berbeda dengan dulu, dahulu banyak yang menyukai tingkat kematangan steak ini karena ada anggapan bahwa daging lebih aman dinikmati setelah matang sepenuhnya. Meskipun demikian, berbekal kualitas daging yang baik, tingkat kematangan steak well done juga masih bisa dinikmati oleh semua kalangan. Steak ini bisa dipanggang pada suhu 170 F atau setara dengan 77 derajat celcius atau lebih tinggi. Caranya dengan meletakkan steak di atas panggangan panas kurang lebih selama 10-12 menit di setiap sisinya\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Baca juga: <a href=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/apa-itu-grilling\/\">Yuk Simak Teknik-Teknik Grilling dan Contoh Makanan yang Dihasilkan<\/a><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Sebenarnya ada satu lagi tingkat kematangan steak sebelum rare yaitu blue rare. Disebut blue rare karena proses memasaknya yang sangat singkat sehingga menimbulkan warna kebiru-biruan atau keungu-unguan pada bagian luar daging yang masih merah. Proses pemanggangannya hanya berlangsung selama 2 menit dan seluruh bagian luar daging wajib dipanggang karena ada saja risiko keracunan makanan akibat bakteri E coli. Itulah sebabnya bagian luar daging harus dipanggang sepenuhnya tanpa menyisakan warna merah sedikitpun. Tak hanya itu, satu prosedur spesifik yang harus dijalani juga adalah menggunakan dua capit yang berbeda saat memasak karena capitan pertama sudah digunakan untuk membawa daging dalam keadaan mentah ke atas panggangan. Setelah proses memasak berjalan, ganti menggunakan capit baru atau caci yang lama bila sempat demi alasan kesehatan. Blue steak idealnya berasal dari daging tenderloin atau sirloin yang apabila hasilnya optimal maka akan terasa kenyal namun mudah untuk dinikmati.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Itulah tadi beberapa tingkat kematangan steak yang umumnya tersedia di berbagai restoran steak. Tambahkan saus dan makan pendamping agar steak terasa lebih nikmat. Kamu juga bisa membuat steak sendiri di rumah dengan praktis dan tentunya lebih hemat. Homemade steak akan terasa lebih lezat jika kamu menggunakan daging yang berkualitas tinggi. Pasalnya, daging yang kamu pilih untuk membuat steak akan berpengaruh pada rasa hingga teksturnya nanti. Jangan lupa untuk selalu menggunakan daging yang fresh saat memasak. Kamu bisa mendapatkan daging yang fresh setiap harinya jika berbelanja di AlloFresh. Di aplikasi AlloFresh kamu bisa berbelanja apa saja mulai dari daging, buah, sayur<a href=\"https:\/\/apps.apple.com\/app\/id1610121515?mt=8\"> <\/a>sampai kebutuhan dapur dan kebutuhan harian lainnya tanpa harus keluar rumah. Caranya mudah, download aplikasi AlloFresh, pilih barang yang ingin kamu beli kemudian lakukan pembayaran melalui transfer selanjutnya tingga menunggu barangnya sampai. Mudah bukan? Tunggu apalagi, download aplikasi AlloFresh sekarang!<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full is-resized\"><a href=\"https:\/\/app.adjust.com\/10lgzjzo\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Download-Allofresh-Button.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2889\" style=\"width:842px;height:183px\" width=\"842\" height=\"183\" srcset=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Download-Allofresh-Button.png 916w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Download-Allofresh-Button-300x66.png 300w, https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Download-Allofresh-Button-768x168.png 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 842px) 100vw, 842px\" \/><\/a><\/figure><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jika selama ini kamu hanya menggunakan feeling untuk menentukan tingkat kematangan steak, maka kamu harus tahu bahwa tingkat kematangan steak berbeda-beda. Tingkat kematangan sangat mempengaruhi kenikmatan steak saat disantap. Apa kamu tahu yang membuat tingkat kematangan steak berbeda dan menjadi spesial? Jawabannya karena setiap level memiliki karakteristik yang berbeda. Terdapat 5 tingkat kematangan steak yang &hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":2523,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[5],"class_list":["post-2357","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips","tag-lauk"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.4 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tingkat Kematangan Steak, Mana Yang Paling Nikmat?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Tingkat kematangan steak memiliki ciri khas yang berbeda mulai dari rasa, juicy, dan tekstur daging. Mana yang jadi favorit kamu?\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tingkat Kematangan Steak, Mana Yang Paling Nikmat?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tingkat kematangan steak memiliki ciri khas yang berbeda mulai dari rasa, juicy, dan tekstur daging. Mana yang jadi favorit kamu?\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Allofresh Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-05-26T03:48:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-09-07T09:48:48+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-2-1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1000\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"677\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"wpauthor\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"wpauthor\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/\",\"url\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/\",\"name\":\"Tingkat Kematangan Steak, Mana Yang Paling Nikmat?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-05-26T03:48:30+00:00\",\"dateModified\":\"2023-09-07T09:48:48+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#\/schema\/person\/414a15d222e81356a841bf7176c450f5\"},\"description\":\"Tingkat kematangan steak memiliki ciri khas yang berbeda mulai dari rasa, juicy, dan tekstur daging. Mana yang jadi favorit kamu?\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tingkat Kematangan Steak Mulai Dari Rare Sampai Well Done, Yang Mana Favoritmu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/\",\"name\":\"AlloFresh Blog\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#\/schema\/person\/414a15d222e81356a841bf7176c450f5\",\"name\":\"wpauthor\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e0921c04a993eccc36bfac61c6e5fae9e48aac7436bb515f088f56dd62a1173?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e0921c04a993eccc36bfac61c6e5fae9e48aac7436bb515f088f56dd62a1173?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"wpauthor\"},\"url\":\"https:\/\/allofresh.id\/blog\/author\/wpauthor\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tingkat Kematangan Steak, Mana Yang Paling Nikmat?","description":"Tingkat kematangan steak memiliki ciri khas yang berbeda mulai dari rasa, juicy, dan tekstur daging. Mana yang jadi favorit kamu?","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tingkat Kematangan Steak, Mana Yang Paling Nikmat?","og_description":"Tingkat kematangan steak memiliki ciri khas yang berbeda mulai dari rasa, juicy, dan tekstur daging. Mana yang jadi favorit kamu?","og_url":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/","og_site_name":"Allofresh Blog","article_published_time":"2023-05-26T03:48:30+00:00","article_modified_time":"2023-09-07T09:48:48+00:00","og_image":[{"width":1000,"height":677,"url":"http:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/tingkat-kematangan-steak-2-1.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"wpauthor","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"wpauthor","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/","url":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/","name":"Tingkat Kematangan Steak, Mana Yang Paling Nikmat?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-05-26T03:48:30+00:00","dateModified":"2023-09-07T09:48:48+00:00","author":{"@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#\/schema\/person\/414a15d222e81356a841bf7176c450f5"},"description":"Tingkat kematangan steak memiliki ciri khas yang berbeda mulai dari rasa, juicy, dan tekstur daging. Mana yang jadi favorit kamu?","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/tingkat-kematangan-steak\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tingkat Kematangan Steak Mulai Dari Rare Sampai Well Done, Yang Mana Favoritmu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/","name":"AlloFresh Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#\/schema\/person\/414a15d222e81356a841bf7176c450f5","name":"wpauthor","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e0921c04a993eccc36bfac61c6e5fae9e48aac7436bb515f088f56dd62a1173?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1e0921c04a993eccc36bfac61c6e5fae9e48aac7436bb515f088f56dd62a1173?s=96&d=mm&r=g","caption":"wpauthor"},"url":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/author\/wpauthor\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2357","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2357"}],"version-history":[{"count":7,"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2357\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3827,"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2357\/revisions\/3827"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2523"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2357"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2357"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/allofresh.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2357"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}