Dukung Pendidikan Anak Indonesia, AlloFresh dan Kitabisa ORG Salurkan Bantuan Alat Belajar ke Sejumlah Sekolah

Akses pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi banyak anak Indonesia. Faktor ekonomi dan keterbatasan fasilitas menjadi beberapa alasan yang membuat anak-anak kesulitan melanjutkan pendidikan mereka.
Berangkat dari kepedulian tersebut, AlloFresh bersinergi dengan platform galang dana Kitabisa melalui program HARDOLNAS (Hari Donasi Online Nasional). Kolaborasi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar anak-anak Indonesia sesuai dengan kebutuhan sekolah masing-masing.
Program yang berlangsung pada periode 23 Februari hingga 12 April 2026 ini berhasil mengumpulkan total donasi sebesar Rp 57.175.000. Angka tersebut berhasil dihimpun dari kontribusi 500 donatur (#OrangBaik), yang kemudian nilainya dilipatgandakan oleh AlloFresh sebagai wujud komitmen nyata sebagai #BrandBaik dalam menghadirkan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kolaborasi ini adalah langkah nyata kami dalam mendukung masa depan anak-anak Indonesia. Kami percaya bahwa pemenuhan alat penunjang belajar yang layak dapat meningkatkan semangat siswa dalam menuntut ilmu. Terima kasih kepada para donatur dan Kitabisa yang telah menyukseskan program ini,” ujar Adi Gardiawan Ganrijadi, Chief Financial Officer AlloFresh.
Seluruh donasi yang terkumpul telah disalurkan pada bulan Mei 2026 kepada tiga sekolah di wilayah Jakarta, yaitu:
- MI Shofwatul Ummah, Jakarta Barat
- SDN Tengah 01 Pagi, Jakarta Timur
- SDN Tengah 03 Pagi, Jakarta Timur

Bantuan yang diserahkan meliputi berbagai perlengkapan sekolah esensial, mulai dari tas sekolah, buku tulis, alat tulis, tempat pensil, hingga tumbler minuman. Melalui bantuan ini, diharapkan para siswa dapat lebih termotivasi dan bersemangat dalam meraih cita-cita mereka.
Apresiasi tertinggi disampaikan kepada 500 donatur atas kepedulian yang diberikan, Kitabisa selaku mitra penyalur dan jembatan kebaikan, serta pihak sekolah yang telah menyambut baik sinergi ini demi mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih inklusif.





